Kaitan Letusan Gunung Tambora di Indonesia dengan Kekalahan Napoleon di Waterloo

Bagaimana kaitan letusan Gunung Tambora di Indonesia dengan kekalahan Napoleon di Waterloo?

Ternyata ada hubungannya juga dengan fisika

Mau tau pembahasan yang menarik ini?

Dalam sejarah Perang Waterloo (Battle of Waterloo) terjadi pada pertengahan Juni 1815. Gunung Tambora meletus pada pertengahan April 1815.

Wellington_at_Waterloo_Hillingford

Letusan Gunung Tambora tercatat sebagai letusan terdahsyat dalam sejarah modern. Gunung Tambora yang awalnya memiliki tinggi 4300 m dpl, terpangkas menjadi 2250 m dpl setelah meletus.

Dampak global dari letusan Gunung Tambora membuat suhu global turun 0,3 – 0,7 derajat menjadikan tahun itu sebagai tahun tanpa musim panas. Akibat atmosfer yang tertutup abu letusan Tambora.

Penelitian terbaru yang dilakukan oleh Dr Matthew Genge dari Imperial College London mengungkapkan fakta baru bahwa cuaca ekstrem dunia saat itu terjadi akibat adanya hubungan pendek listrik muatan abu vulkanik di ionosfer.

Dahsyatnya letusan Tambora membuat semburan abu vulkanik Tambora terlontar sampai ketinggian 100 km di atmosfer yang memicu hubungan pendek listrik (short circuit) dengan muatan-muatan listrik di ionosfer.

Hubungan pendek di ionosfer ini menyebabkan terbentuknya awan di atmosfer. Awan-awan ini yang memicu terjadinya cuaca ekstrem di bumi. Ditandai dengan hujan yang terus menerus di wilayah bumi yang saat itu sedang musim panas.

Abu vulkanik dari letusan gunung mengandung muatan negatif dan dapat terlontar jauh mencapai 100 km ke atas permukaan bumi akibat gaya listrik (gaya Coulomb) di udara selama proses letusan.

Cuaca ekstrem akibat letusan Gunung Tambora juga melanda Eropa. Bertepatan pula dengan peristiwa Battle of Waterloo yang melibatkan Napoleon yang sedang berusaha memperluas kekuasaan Prancis ke seluruh Eropa.

Cuaca ekstrem akibat letusan Tambora ini mempersulit usaha Napoleon dan pasukannya dalam Battle of Waterloo dan menjadi salah satu faktor penyebab kekalahan Napoleon dari aliansi kerajaan-kerajaan Eropa yang jadi musuhnya.

Cuaca ekstrem dan kondisi waktu tanpa musim panas juga disebut dalam novel Les Miserables karangan Victor Hugo saat bercerita tentang Battle of Waterloo.

Sumber foto: wikipedia

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s